Arti Penting Berdzikir
Alhamdulillah, untuk dapat kontinyu dalam amalan dzikir kita, maka kita perlu untuk memahami arti pentingnya berdzikir.
Dzikir merupakan amaliah yang sangat penting. Tidak kurang dari 280 kali kata “dzikir” dalam berbagai bentuknya ditemukan dalam al-Quran. Saking pentingnya berdzikir, Allah swt. dan Rosululloh saw. mengungkapkan banyak fadhilah dan pahala (reward) bagi yang melaksanakannya, dan memberi banyak hukuman/ancaman (punishment) bagi orang-orang yang melalaikannya. Lebih dari 100 macam penghargaan (faidah dan fadhilah) yang Alloh swt. berikan bagi orang yangberdzikir, di antaranya, adalah: menenteramkan qolbu (Q.S. ar-Ro’du: 28); dinilai sebagai amalan yang paling baik dan paling bersih, diangkat derajatnya, lebih baik daripada sedekah emas dan perak, dan lebih baik daripada berjihad; dipayungi para malaikat, diliputi rahmat, diberi ketenangan, dan dibanggakan Allah swt. di hadapan para malaikat-Nya; diselamatkan dari adzab kubur; mendapat perlindungan Allah swt. di Alam Mahsyar ; diingat Allah swt. (al-Baqoroh, 2:152); memperoleh keuntungan (al-Anfal, 8: 45); lebih besar daripada segalasesuatu (al-Ankabut, 29: 45); memperoleh ampunan dan pahala yang besar (al Ahzab, 33: 35). Imam Ghazali rah.a. menyebutkan empat puluh manfaat dzikir, duapuluh di dunia dan dua puluh di akhirat. Namun Hujjatul Islam ini menggaris bawahi bahwa kalau sebagian dari yang empat puluh itu dirinci, maka manfaat zikir tidak dapat tergambar oleh benak manusia. Dia kemudian menyebut sepuluh manfaat di dunia yang dapat diraih oleh pendzikir, yaitu:
1) dia akan disebut-sebut, dipuji dan dicintai Alloh swt.,
2) Alloh swt.menjadi wakilnya dalam menangani urusannya,
3) Allah swt. akan menjadi “teman” yang meng-hiburnya,
4) memiliki harga diri sehingga tidak merasa butuh kepada siapapun selain Allah swt.,
5) memiliki semangat yang kuat, kaya hati, dan lapang dada,
6) memiliki cahaya kalbu yang menerangi guna meraih pengetahuan dan hikmah,
7) memiliki wibawa yang mengesankan, meraih mawaddah/kecintaan pihak lain,
9) keberkahan dalam jiwa, ucapan, perbuatan, pakaian, bahkan tempat melangkah dan duduk,
10) pengabulan doa.

Sepuluh manfaat dzikir di akhirat, antara lain:
1) kemudahan menghadapi sakarotul maut,
2) pemantapan dalam ma’rifat dan iman,
3) ketenangan saat menghadapi kematian, tanpa rasa takut dan sedih,
4) rasa aman menghadapi pertanyaan malaikat di kubur,
5) kelapangan kubur,
6) kemudahan dalam hisab/perhitungan,
7) berat/berbobotnya timbangan amal,
8)kekekalan di surga,
9)meraih ridho-Nya,
10) memandang wajah-Nya.

Adapun hukuman dan ancaman Allah swt. bagi orang yang lalai dalam berdzikir adalah, di antaranya: dibenci Allah swt., diibaratkan sebagai orang mati, kesempitan hidup (Thoha, 20: 124), berhati keras dan sesat (az-Zumar, 39: 2), selalu disertai syetan (az-Zukhruf, 43: 36), sebagai orang fasik (al-Hadid 57:16), dikuasai dan termasuk golongan syetan (al-Mujadalah, 58: 19), termasuk orang yang merugi (al-Munafiqun, 63: 9).
Meskipun syari’ah dzikir itu begitu jelas dan tegas dinyatakan dalam al-Quran maupun al-Hadits, namun kenyataannya masih banyak orang yang melalaikannya. Indikator kelalain itu tampak dalam perilaku manusia yang banyak bermuatan maksiat dan dosa dalam berbagai bentuknya, seperti tindakan-tindakan immoral, kriminal, prostitusi, korupsi, judi, mengkonsumsi barang-barang haram dan terlarang (narkoba), ghibah, dan penyakit-penyakit sosial serta penyakit kejiwaan (stress, depresi, pesimis, putus-asa hingga bunuh diri) dan sebagainya. Indikator lain mengenai lalainya orang berdzikir adalah rendahnya kemampuan merespons perintah-perintah Allah swt. dalam amal-amal taat dan amal-amal soleh; malah sebaliknya, mudah melaksanakan amal-amal maksiat. Di samping itu, orangyang lalai dari dzikrulloh akan sulit memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Dua jenis kecerdasan tersebut menjadi wacana penting akhir-akhir ini untuk mengimbangi dan melengkapi kecerdasan intelektual.

Sumber : Pesan Facebook ( nambah ilmu yuk )